Minggu, 18 Oktober 2009

persiapan masa depan,

Persiapkan Putra- Putri anda sejak dini untuk meraih masa depan gemilang

Diterbitkan: 10 Februari 2009

Pernahkah anda berpikir atau merenung sejenak apa yang akan terjadi 10-20 tahun kemudian.
Satu hal yg pasti adalah tantangan yang semakin berat dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat dalam semua bidang kehidupan seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk. Lalu bagaimana dengan nasib putra - putri anda kelak dikemudian hari ?? …hmm tentulah anda sebagai orang tua yang bijak tidak ingin putra/i anda mempunyai masa depan yang suram.
Saya yakin anda adalah orang yang mempunyai semboyan ‘ Hari ini lebih baik dari kemarin…hari esok lebih dari hari ini.

Lalu bagaimana mempersiapkan putra/i anda menyongsong masa depan yang lebih baik, diantaranya adalah::
Pemberian gizi yang baik, Memberikan bimbingan mental dan spiritual, Memberikan perhatian dan kasih sayang, memberikan pendidikan yg berkualitas disekolah populer.
Keempat hal tersebut merupakan modalitas yang harus anda berikan kepada putra/i anda.
Bisa saja anda memberikan warisan kekayaan kepada putra/i anda nantinya, tapi hal tersebut tak akan bertahan lama jika putra/i anda tidak bisa mengelolanya dengan baik.
Lalu faktor apa saja yang bisa menghambat / merusak masa depan putra/i anda. Ada dua faktor yang bisa merusak masa depan yaitu faktor internal dan external. Faktor internal yaitu lingkungan keluarga dimana peran anda bisa mengontrol kondìsi atau keadaan putra/i dan faktor eksternal yaitu lingkungan luar rumah seperti lingkungan sekolah dan lingkungan bermain putra/i anda. Khusus untuk lingkungan sekolah dpt dikontrol pihak sekolah sedang lingkungan bermain / pergaulan tak yang mengontrolnya. Lingkungan inilah yang berpotensi merusak masa depan putra/i kalau saja salah dalam memilih teman / lingkungan pergaulan.
Menuru hemat saya manfaatkanlah waktu luang tersebut untuk hal hal yg lebih bermanfaat dan menjauhi hal-hal yang tidak berguna…lalu bagaimana caranya..anda bisa meminta kembali kepada putra/i anda untuk mengerjakan PR atau membahas pelajaran yang pernah diajarkan disekolah disela waktu luang. Dengan demikian anda dapat memantau putra/i anda.
Untuk lebih meningkatkan prestasi belajar, anda dapat menggunakan jasa guru privat yang akan membimbing dan menemani putra/i anda belajar dirumah untuk memaksimalkan prestasi putra/i anda disekolah.

Dikirim oleh: YULI SOFIA, sigma.qp@gmail.com

Persiapan untuk masa depan,

ini ada beberapa artikel yang mungkin dapat membantu anda dalam mengelola keuangan masa depan,

RENCANA KEUANGAN
MASA DEPAN


Dikutip dari Kompas.com

Pak Safir yang terhormat,

Saya adalah seorang pembaca Nova dan sering membaca artikel keuangan bapak, sehingga sedikit demi sedikit saya juga belajar mengatur keuangan. Saat ini saya berumur 22 tahun dan juga mahasiswa tingkat 4. Meskipun saya masih muda, saya juga ingin merencanakan keuangan saya di masa depan. Saat ini saya berinventasi di sebuah bengkel sebesar Rp 20 juta, dan tiap bulan saya mendapatkan keuntungan tetap sebesar Rp 600.000 dari bengkel itu. Ditambah lagi, saya juga mendapatkan uang saku dan beasiswa yang jumlahnya kurang lebih Rp 700.000. Saya ingin menginventasikan sebagian uang yang saya dapatkan tersebut dengan cara menabung dan berinventasi. Nah, kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk mengatur keuangan tersebut? Apakah didepositokan, ditabung atau diinvestasikan dengan modal yang minimal? Kemudian saya juga ingin mulai berasuransi seperti di AIG Lippo, adakah manfaatnya buat saya? Dan kira-kira, produk asuransi mana yang cocok buat saya, mengingat usia saya masih muda dan belum menikah? Terima kasih atas jawabannya.

Stafiania


Jawab:

Stafiania Yang Terhormat,

Syukurlah kalau ternyata tulisan saya cukup membantu Anda dalam mengelola keuangan Anda. Terus terang saya ajungkan jempol untuk Anda, karena jarang lho orang semuda Anda yang menabung. Dan apa yang Anda lakukan itu sudah baik sekali.

Anda ingin menginvestasikan uang Anda dengan cara menabung dan berinvestasi. Apakah didepositokan, ditabung atau diinvestasikan dengan modal yang minimal. Terus terang kalau Anda merasa puas dengan bunga yang diberikan oleh tabungan dan deposito, saya rasa tidak ada yang salah dengan hal itu.

Tapi kalau Anda ingin mendapatkan hasil investasi yang lebih tinggi, Anda bisa mencoba masuk ke Reksa Dana. Dengan modal awal hanya sekitar 100 ribu - 250 ribu, Anda sudah bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana.


Asuransi Jiwa

Sekarang tentang Asuransi Jiwa. Kalau selama ini Anda memiliki orang yang Anda tanggung atau biayai, maka ini berarti Anda membutuhkan proteksi asuransi jiwa. Ini karena bila Anda meninggal dunia, berarti orang tersebut akan kehilangan pembiayaan dari Anda, sehingga Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa diharapkan bisa menutup kebutuhannya tersebut. Tetapi, jika Anda tidak memiliki orang atau pihak yang Anda tanggung, maka ini berarti Anda tidak membutuhkan proteksi.

Namun demikian, walaupun Anda tidak membutuhkan proteksi, namun Anda bisa mempertimbangkan untuk mengambil Asuransi Jiwa untuk tujuan investasi. Ini karena banyak produk Asuransi Jiwa yang memiliki unsur investasi didalamnya. Memang, pada umumnya hasil yang Anda dapat pada investasi Asuransi Jiwa umumnya tidak sebesar tabungan di bank. Namun kalau Anda oke-oke saja dengan hal itu, ya kenapa tidak? Kan tidak ada keharusan bahwa sebuah Produk Investasi (termasuk investasi Asuransi Jiwa) sebaiknya tidak dimasuki hanya karena produk tersebut memberikan hasil yang kecil?

Khusus untuk produk Asuransi Jiwa di AIG Lippo, ada satu produk Asuransi Jiwa yang memiliki unsur investasi yang hasilnya kurang lebih setara dengan hasil pada tabungan di bank, namanya produk Rezeki. Produk ini menggabungkan antara proteksi Asuransi Jiwa, dan unsur investasi pada Tabungan yang memberikan hasil investasi yang sedikit lebih besar daripada Tabungan di Bank. Jadi kalau Anda masuk ke Rezeki, hasil investasi yang Anda dapat sama dengan kalau Anda menaruh uang Anda di Tabungan Bank.


Asuransi Kesehatan

Tentang Asuransi Kesehatan, saya rasa Anda memerlukannya untuk menanggung Biaya Kesehatan Anda kalau-kalau Anda jatuh sakit. Ini mengingat bahwa sakit seringkali tidak bisa diperkirakan waktunya. Kalau Anda masuk ke RS misalnya, biasanya Anda tidak akan selalu bisa memperkirakan berapa lama Anda akan ngendon di situ, apakah 1 hari, 10 hari, atau 30 hari. Dengan Biaya RS yang dihitung per malam, maka biaya yang harus Anda keluarkan untuk RS bisa besar dan tidak diduga kan? Jadi ambil saja Asuransi Kesehatan.

Sekian dari saya. Semoga bisa menjadi masukan untuk Anda.